Disdik Kotim Sampaikan Pembelajaran Sekolah Rakyat Menggunakan Sistem SKS

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kotim M Irfansyah ikut hadir dalam pembukaan MPLS Sekolah Rakyat.

SAMPIT – Sekolah Rakyat di Kabupaten Timur (Kotim) sudah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Selasa 30 September 2025. Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, hadir langsung pada kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya.

Irfansyah mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Kotim. Menurutnya, keberadaan sekolah ini menjadi wujud nyata kepedulian negara dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

“Sekolah Rakyat memang tujuannya menciptakan generasi-generasi muda yang diharapkan menjadi generasi emas. Anak-anak kurang mampu bukan halangan untuk mengenyam pendidikan karena negara sudah menyediakan fasilitasnya,” ucap Irfansyah.

Ia menjelaskan bahwa metode pendidikan di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya. 

Jika di sekolah biasa kalender pendidikan dimulai Juli dan berakhir Juni, maka di Sekolah Rakyat lebih fleksibel. Sistem yang digunakan adalah Sistem Kredit Semester (SKS), sehingga anak-anak tidak sistem naik kelas per tahun, tetapi berdasarkan capaian SKS.

“Sistemnya beda, jadi pembukaan bisa kapan pun, tidak harus mengikuti kalender pendidikan reguler. Kurikulumnya juga berbasis SKS, sehingga anak-anak belajar sesuai capaian kredit semester yang ditentukan,” jelasnya.

Diketahui bahwa Sistem Kredit Semester adalah unit pengukuran yang menunjukkan beban belajar. Satu SKS umumnya setara dengan 1 jam pertemuan tatap muka dalam kelas per minggu selama satu semester, ditambah dengan 1-2 jam kegiatan belajar mandiri.

Terkait dengan rencana pendirian sekolah unggulan yang digagas yayasan dari Kompolnas, Irfansyah menyatakan dukungannya. Ia menilai setiap pendirian sekolah baru akan memberikan dampak positif dalam mencetak generasi cerdas di Kotim.

“Kami tentu mendukung. Setiap pendirian sekolah pasti tujuannya mencetak generasi yang pintar. Kalau banyak orang cerdas, maka masyarakat kita akan semakin maju,” ungkapnya.

baca juga ...  PT WNL Mengadakan Lomba Tembak Sekaligus Peresmian Bumitama Shooting Club

Anak-anak nantinya bisa mandiri, tahu hak dan kewajiban, dan menjaga dengan baik. Disdik sangat mendukung adanya sekolah unggulan, baik dari yayasan manapun, karena semuanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan.

Irfansyah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dan sekolah unggulan nantinya akan melahirkan anak-anak Kotim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Dengan begitu, pendidikan di Kotim benar-benar bisa menjadi pintu untuk menciptakan generasi emas di masa depan. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!