SAMPIT – Ditpolairud Polda Kalteng intensif memberikan imbauan keselamatan kepada Anak Buah Kapal (ABK) dan nelayan di perairan Sampit seiring dengan masuknya masa transisi menuju musim hujan yang bisa menyebabkan cuaca buruk.
Hal itu dilakukan oleh Kapal Polisi dengan nomor pelayaran XVIII-2006, personel Ditpolairud secara konsisten mengingatkan tentang bahaya cuaca di masa transisi.
Periode ini berpotensi memicu cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran.​ Direktur Polairud Kombes Pol. Dony Eka Putra menekankan pentingnya kesiapsiagaan kru kapal.
​”Kami mengimbau agar para ABK selalu memantau informasi cuaca terbaru dari syahbandar setempat. Jika terjadi badai atau gelombang tinggi, segera cari tempat perlindungan yang aman,” ujarnya, Rabu 1 Oktober 2025.​
Selain soal cuaca, personel Ditpolairud juga mengingatkan nelayan untuk tidak memasang jaring pada alur pelayaran. Penempatan jaring yang tidak sesuai alur dapat menimbulkan kerugian, baik bagi nelayan itu sendiri maupun bagi kapal-kapal yang melintas.​
Komandan Kapal Polisi XVIII-2006 Aipda Choirul menambahkan penekanan khusus pada kelengkapan alat keselamatan.
“Mengingat cuaca laut yang ekstrem, penting bagi nelayan untuk membawa alat keselamatan. Minimal membawa jeriken kosong jika tidak ada pelampung keselamatan,” tegasnya.(im/bs)












