LAMANDAU – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyoroti pengelolaan dana desa saat membuka kegiatan Retret Kepala Desa 2025 di Mes Desa Nanga Bulik.
Ia menegaskan agar penggunaan dana desa tidak lagi menjadi masalah klasik yang berulang setiap tahun.
“Dana desa harus benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas administrasi,” tegas Rizky dalam sambutannya di hadapan seluruh kepala desa dan penjabat kepala desa se-Kabupaten Lamandau.
Rizky menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program desa. Ia mengingatkan agar para kepala desa belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana pengelolaan dana desa kerap menjadi sorotan hingga berujung pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun masalah hukum.
“Kita ingin ke depan tidak ada lagi persoalan yang berulang-ulang, apalagi sampai menjadi temuan BPK atau berurusan dengan aparat penegak hukum,” katanya.
Selain soal dana desa, Rizky juga menegaskan kepala desa harus memiliki kepemimpinan berkarakter, disiplin, dan berintegritas.
Menurutnya, desa adalah fondasi pembangunan bangsa, sehingga peran kepala desa sebagai pengayom dan teladan sangat penting.
Kegiatan retret ini diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan koordinasi lintas perangkat desa.
Rizky optimistis, melalui pelatihan ini Lamandau bisa melahirkan desa-desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (andre)












