SUKAMARA – Sebanyak 23 Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kabupaten Sukamara resmi menerima sertifikat kompetensi pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Serah Terima Sertifikat Juleha 2025 yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara, Dwi Harsimi mengatakan bahwa daei 23 juru sembelih halal yang telah bersertifikat ini, tiga diantaranya telah mengikuti pelatihan tingkat provinsi, sedangkan sisanya sebanyak 20 orang telah mengikuti pelatihan di Sukamara yang kerjasama dengan Halal Science Center (HSC) IPB, lembaga pelatihan resmi bersertifikat nasional.
“Seluruh peserta kini dinyatakan lulus dan mengantongi sertifikat Juleha berstandar SKKNI,” ujarnya.
Dwi Harsini, juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh peserta Juleha yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi kompetensi. Hal itu karena keberadaan juru sembelih halal sangat penting bagi masyarakat dalam upaya menjaga kualitas daging sembelihan agar tetap aman dan sehat jntik dikonsumsi.
“Kami bangga dengan 23 Juleha yang sudah bersertifikat. Keberadaan mereka sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan asal hewan yang halal, aman, dan sehat bagi masyarakat. Sertifikat ini bukan hanya formalitas, tapi menjadi bukti kompetensi yang diakui secara nasional,” ucapnya.
Selain penyerahan sertifikat, pada rapat koordinasi ini juga dibahas pembentukan Asosiasi Juleha Kabupaten Sukamara. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Bambang Misto Lawen, menambahkan pentingnya wadah organisasi ini. Asosiasi ini nantinya akan menjadi wadah resmi para Juleha di bawah naungan DKPP Sukamara, sekaligus tempat untuk berkoordinasi, meningkatkan kapasitas, serta berkontribusi dalam kegiatan penyembelihan halal di daerah.
“Dengan adanya asosiasi, para juru sembelih halal bisa lebih terorganisir dan mudah dijangkau. Pemerintah juga lebih mudah melakukan pembinaan, khususnya saat momentum kurban dan kegiatan besar lain yang membutuhkan tenaga Juleha,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator kegiatan pelatihan Juleha, drh. Putri Shofia, menekankan bahwa pelatihan masih akan berlanjut ynag rencananya akan dilakukan disetiap kecamatan di Kabupaten Sukamara.
“Rencananya, tahun depan pelatihan akan diperluas dengan melibatkan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sukamara. Harapan kami, tenaga Juleha semakin banyak dan merata, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan layanan penyembelihan halal yang sesuai standar,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat keberadaan tenaga Juleha bersertifikat di Sukamara, sekaligus menjadikan daerah ini lebih siap dalam menjamin ketersediaan pangan halal yang berkualitas. (enn)












