PALANGKA RAYA – Petugas gabungan kembali mengevakuasi seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Suriansyah alias Kipli ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Kamis, 2 Oktober 2025. Kipli dikenal kerap membuat resah warga karena berulang kali berbuat anarkis di sejumlah lokasi di Palangka Raya.
Evakuasi dilakukan tim Rescue Damkar Palangka Raya bersama Babinsa, lurah setempat, ketua RW dan RT, serta Dinas Sosial dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Sudah puluhan kali yang bersangkutan kami evakuasi ke rumah sakit jiwa. Kali ini warga kembali melapor karena merasa resah dan takut,” kata petugas Damkar Palangka Raya, Sucipto.
Menurut laporan warga, Kipli kerap melempari rumah warga di Jalan Rungan dan Tinggang, bahkan pernah memukul serta melempar ibu-ibu secara tiba-tiba di Jalan Bukit Keminting. Ia juga pernah membakar pondok dan membawa senjata tajam berupa pisau dapur.
“Kalau sedang tenang, dia bisa diajak ngobrol. Tapi ketika kambuh, tindakannya bisa membahayakan orang lain,” ujar Sucipto.
Warga menilai perlu ada langkah permanen untuk menangani kasus serupa. “Kalau hanya keluar masuk rumah sakit tanpa pengawasan obat yang rutin, khawatir suatu saat bisa mencelakakan orang lain,” ucapnya.
Selain menyoroti kasus Kipli, petugas juga menilai pentingnya fasilitas penanganan khusus di tingkat kota. “Idealnya Palangka Raya punya rumah sakit jiwa sendiri dengan prosedur yang tidak rumit. Karena kasus ODGJ semakin bertambah, sementara fasilitas terbatas,” kata Sucipto.
Ia menambahkan, penanganan ODGJ tidak hanya soal medis. “Mungkin bisa melibatkan pendekatan lain, termasuk peran masyarakat, agar penanganannya lebih komprehensif. Yang jelas, ODGJ juga manusia, mereka punya hak untuk hidup, tapi tetap harus ada jaminan keamanan bagi masyarakat,” katanya.
(Syauqi)












