Selamat dari Maut, Kapten Datine 138 Ceritakan Detik-Detik Terombang-Ambing: Doanya Hanya Didengar Langit dan Laut

UTOMO/BERITA SAMPIT - Kapten Ode Zulfikar yang selamat dari maut.

SAMPIT – Di balik tragedi tenggelamnya Tugboat Datine 138, tersisa kisah menegangkan sekaligus mengharukan dari sang nakhoda, Kapten Ode Zulfikar, satu-satunya korban yang selamat setelah tujuh jam terombang-ambing di tengah lautan lepas.

Dengan suara bergetar, Ode menceritakan bagaimana dirinya berjuang melawan maut hingga akhirnya ditemukan oleh nelayan pada Selasa 7 Oktober 2025.

“Saya trauma sekali, dan sangat sedih karena 3 ABK saya belum ditemukan. Mudah-mudahan segera ditemukan,” kata Ode Zulfikar pada Jumat 10 Oktober 2025.

Ia juga mengatakan saat dirinya terombang ambing selama tujuh jam di tengah laut hanya memegang doa dan dan suaranya hanya didengar oleh langit dan laut.

“Ini semua kuasa Allah, saya memegang doa dengan suara yang cuma didengar oleh langit dan laut sampai nelayan menyelamatkan saya,” ungkapnya.

Kapten Ode Zulfikar juga mengatakan bahwa saat diselamatkan kakinya sudah mati rasa. Seorang nelayan yang awalnya mengejar jeriken bahan bakar terapung justru menemukan sosoknya yang terombang-ambing jauh di tengah laut.

“Sudah mati rasa kaki saya, nelayan yang menyelamatkan saya awalnya hanya mengejar teng minyak sampai akhirnya mengejar saya,” ungkapnya.

Ia mengucap syukur dan mengatakan bahwa ini yang terakhir kalinya mengarungi samudera. Selanjutnya ia akan bertanggung jawab untuk menghadapi .

“Ini sudah yang terakhir saya melaut. Selanjutnya saya akan menghadapi karena saya Kaptennya,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Pemeriksaan Kesehatan Dinilai Penting untuk Cegah Masalah Sejak Dini
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!