Evaluasi Jadi Titik Awal, Kalteng Fokus Perkuat Mental dan Pembinaan Atlet Menuju Pornas Korpri 2027

IST/BERITASAMPIT - Ketua Kontingen Pornas Korpri , Herson B. Aden, saat menyaksikan pertandingan cabang tenis meja dalam ajang Pekan (Pornas) Korpri XVII Tahun 2025 di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu, 11 Oktober 2025.

– Usai menuntaskan perjuangan di ajang Pekan (Pornas) Korpri XVII Tahun 2025 di Palembang, Kontingen (Kalteng) langsung bersiap melakukan evaluasi menyeluruh.

Meskipun hanya membawa pulang dua medali perunggu dari cabang tenis meja, semangat pembenahan menjadi fokus utama menuju Pornas Korpri berikutnya pada tahun 2027.

Ketua Kontingen Pornas Korpri Kalteng, Herson B. Aden, menyampaikan bahwa capaian tahun ini harus menjadi bahan refleksi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan ASN di .

“Kita bersyukur atas perjuangan para atlet yang sudah memberikan penampilan terbaiknya. Namun, tentu masih banyak ruang untuk perbaikan. Pornas berikutnya harus kita siapkan lebih matang,” ujar Herson dalam keterangannya, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Menurutnya, salah satu hal penting yang perlu diperkuat adalah mental bertanding dan pengalaman kompetitif para atlet.

Ia menilai bahwa mayoritas lawan yang dihadapi di Pornas kali ini merupakan atlet dengan jam terbang tinggi dan pengalaman di level .

“Kita perlu membangun kesiapan mental dan menambah frekuensi uji tanding. Jadi tidak hanya mengandalkan latihan teknis, tapi juga pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya merencanakan serangkaian program pembinaan, mulai dari turnamen tingkat provinsi, pelatihan bersama antarinstansi, hingga uji coba ke luar daerah sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi.

“Kami ingin pembinaan atlet ASN Kalteng tidak berhenti di event ini. Pornas 2027 akan jadi momentum kebangkitan ASN di ,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu atlet tenis meja yang berhasil menyumbangkan medali perunggu, Afif, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan kontingen Kalteng.

Ia menyebut bahwa meskipun hasil belum maksimal, pengalaman bertanding di Pornas Korpri XVII menjadi pembelajaran berharga.

“Saya bersyukur bisa ikut mewakili Kalteng. Di babak delapan besar saya kalah tipis dari atlet Komdigi dengan skor 3-1, bahkan sempat deuce di set terakhir. Tapi dari sini saya belajar banyak hal,” ungkapnya.

Afif menambahkan, persaingan di ajang Pornas Korpri sangat ketat karena banyak peserta berasal dari instansi pusat yang memiliki pembinaan lebih intensif.

Namun, ia tetap optimistis bahwa Kalteng mampu bersaing jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kalau pembinaan terus ditingkatkan dan lebih banyak kompetisi digelar di daerah, saya yakin Kalteng bisa menembus podium tertinggi di Pornas berikutnya,” tuturnya.

Dengan semangat evaluasi dan perbaikan, Kontingen berkomitmen memperkuat sistem pembinaan ASN yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan.

“Prestasi tidak lahir dalam semalam. Yang terpenting adalah kontinuitas, kerja keras, dan komitmen bersama. Dua perunggu ini adalah awal, bukan akhir,” pungkas Herson.

(Sya'ban)

baca juga ...  TP PKK dan Bunda PAUD Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan Manusia di Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!