Listrik Padam Berjam-jam di Sampit, Warga Keluhkan Aktivitas Lumpuh dan Dagangan Rugi

UTOMO/BERITA SAMPIT - Kondisi pelabuhan dan Ikon Jelawat yang gelap tanpa penerangan.

SAMPIT – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Timur (Kotim) dibuat resah akibat pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan sejak Minggu 12 Oktober 2025. Gangguan ini bukan hanya berlangsung lama, tapi juga terjadi berulang kali sejak malam sebelumnya.

Banyak warga mengeluhkan padamnya listrik yang membuat aktivitas mereka terganggu. Nurul, warga Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang berjualan minuman dingin, mengaku rugi karena kulkasnya tak berfungsi.

“Dari tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB mati, sampai sekarang pukul 17.33 WIB belum hidup. Kulkas minuman dingin untuk saya jualan jadi tidak dingin,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Linda Wati, warga Kecamatan Baamang yang mengeluh karena padamnya listrik menghambat aktivitas.

“Gara-gara listrik mati lama jadi terhambat kerjaan mulai dari memasak, mencuci sampai nyetrika baju untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut pihak PLN, Hendrik selaku Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) mengatakan alasan listrik padam karena gangguan transmisi 150 kV line SKS-Kasongan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut dan berkomitmen memberikan informasi pembaruan secara berkala.

“Terjadi gangguan transmisi 150 kV SKS-Kasongan, sehingga berdampak pada aliran listrik di sebagian wilayah dan Selatan,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Pemkab Kotim Uji Coba PJU Jalan Pemuda-Pramuka Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!