Sekda Tekankan Kolaborasi Lintas Lembaga Perkuat Pendidikan Masyarakat

DENNY/BERITASAMPIT - Rapat Pembentukan Pokja Pendidikan Terpadu di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten .

KUALA – Sekretaris Daerah Kabupaten , Usis I. Sangkai, menegaskan pentingnya kerja sama lintas instansi dalam membangun kesadaran masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Terpadu di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan (Kesbangpol) Kabupaten , Selasa 14 Oktober 2025.

Dalam arahannya, Usis mengatakan pembentukan Pokja ini merupakan langkah strategis guna memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan lembaga pengawasan.

“Melalui Pokja ini, pendidikan di diharapkan bisa berjalan secara terpadu, terencana, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan perlu melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan media massa.

“Kita ingin masyarakat memahami makna demokrasi, tidak hanya sebagai hak memilih, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas dan persatuan,” lanjutnya.

Usis menegaskan, pemahaman yang baik akan menciptakan masyarakat yang kritis sekaligus konstruktif dalam berpartisipasi di setiap proses pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan harus menjadi gerakan kolektif yang menumbuhkan budaya demokrasi sejak dini.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten , Supiansyah, menyampaikan bahwa pembentukan Pokja ini akan menjadi wadah koordinasi bagi seluruh lembaga terkait dalam menyusun program kerja pendidikan .

“Kita akan menyatukan visi dan langkah agar kegiatan yang dilakukan tidak tumpang tindih, tapi saling memperkuat,” jelasnya.

Selain kegiatan pembentukan Pokja, dalam rapat tersebut juga dibahas rencana pelaksanaan sosialisasi bagi pelajar tingkat SMA dan mahasiswa di wilayah Kabupaten . Program ini akan menjadi pilot project bagi upaya peningkatan literasi generasi muda.

Supiansyah menuturkan, generasi muda merupakan kunci keberlanjutan demokrasi, sehingga mereka perlu dibekali dengan pemahaman yang sehat dan berimbang. “Kita ingin anak-anak muda memahami bukan sebagai arena konflik, tetapi sebagai wadah membangun masa depan bangsa,” katanya.

baca juga ...  57 Tukang di Kapuas Ikuti Verifikasi menuju Sertifikasi Konstruksi Nasional

Kasus lain yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah evaluasi pelaksanaan pendidikan di tingkat kecamatan yang belum optimal akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya. Sekda meminta agar setiap kecamatan dapat berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal dan kerja sama antar lembaga.

Selain itu, Pokja juga akan melakukan pemetaan ulang terhadap daerah yang dianggap rawan konflik sosial menjelang pelaksanaan Serentak 2025. Data ini nantinya akan digunakan untuk menentukan prioritas wilayah dalam pelaksanaan pendidikan terpadu.

Usis menutup rapat dengan mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan Pokja ini bukan sekadar formalitas, tetapi wadah nyata untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, partisipatif, dan berintegritas dalam kehidupan . (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!