PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman dan terkendali. Penyaluran dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa selama bulan Oktober 2025 terdapat penyesuaian suplai sebagai bentuk penyeimbangan distribusi di lapangan.
“Penyaluran BBM bersifat dinamis mengikuti tren konsumsi masyarakat. Saat ini terdapat penyesuaian sekitar 14 persen untuk BBM subsidi dan penambahan sekitar 16 persen untuk BBM nonsubsidi. Secara umum, stok kami tetap terjaga dengan baik,” ucapnya.
Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Retail Kalimantan Tengah mencatat adanya peningkatan konsumsi masyarakat sekitar 11 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sejalan dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga. Untuk menjaga pelayanan tetap optimal, Pertamina menyalurkan rata-rata 16 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Pertamax per Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setiap hari, dengan komposisi yang disesuaikan di masing-masing lokasi.
“Antrean yang sempat terlihat di beberapa SPBU lebih disebabkan oleh meningkatnya mobilitas. Kami pastikan pasokan tetap terpenuhi sesuai kebutuhan harian,”tambahnya.
Menjelang akhir tahun, Pertamina juga melakukan penambahan suplai secara bertahap sebesar 5 persen untuk Pertalite dan 7 persen untuk Pertamax.
“Kuota BBM subsidi untuk wilayah Kalimantan Tengah dipastikan masih mencukupi hingga akhir 2025 dan terus dimonitor agar tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah,” lanjutnya.
Selain itu mencatat adanya kenaikan tren konsumsi BBM beroktan tinggi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, yang kini mencapai sekitar 16 persen dari total penggunaan.
“Tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi kendaraan dan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.
Pertamina secara konsisten melakukan edukasi melalui operator SPBU dan program promosi di aplikasi MyPertamina untuk mendorong penggunaan BBM berkualitas. Hingga saat ini, komposisi penggunaan BBM di Palangka Raya tercatat 68 persen subsidi dan 32 persen nonsubsidi, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di kisaran 25 persen.
“Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Kalimantan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, layanan, maupun pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pertamina di nomor 135,” ungkapnya. (yud)












