SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Wahito Fajriannoor, menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS). Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga Kelurahan Samuda Kota adalah kondisi jalan yang rusak parah.
Menurut Fajrin, sapaan akrabnya, masih banyak ruas jalan di Kecamatan MHS yang rusak dan belum tersentuh perbaikan. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah Jalan Bagandung di Kelurahan Samuda Kota.
“Dari hasil reses kemarin, keluhan utama masyarakat adalah kerusakan jalan, terutama Jalan Bagandung. Jalan ini penuh lubang dan genangan air, dan sudah lama tidak diperbaiki,” ujar Fajrin, Jumat 17 Oktober 2025.
Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, berdasarkan keterangan warga setempat, jalan tersebut terakhir kali dibangun pada era Bupati Didik Salmijardi tahun 1994-1999 atau tiga puluh tahun lalu.
Sejak saat itu, belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah daerah, padahal jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga sekitar.
“Setiap hari jalan ini dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga anak-anak sekolah. Kondisinya yang rusak tentu membahayakan pengguna jalan,” jelasnya. Ia juga menyoroti janji pemerintah daerah yang pernah disampaikan oleh Bupati Halikinnor untuk memperbaiki jalan tersebut, namun hingga kini belum terealisasi.
Fajrin menegaskan bahwa perbaikan Jalan Bagandung harus menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat Samuda Kota merupakan salah satu wilayah tertua dan terpadat di Kecamatan MHS.
“Samuda Kota ini kelurahan pertama di MHS dan wilayah yang cukup padat penduduk. Sudah sepantasnya pembangunan infrastrukturnya mendapat perhatian lebih,” tandasnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret agar akses jalan di Samuda kembali layak digunakan dan tidak lagi membahayakan keselamatan warga.
“Sudah lama warga menunggu perbaikan jalan ini. Harapannya, pemerintah bisa benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat dan segera menindaklanjutinya,” pungkas Fajrin. (nardi)












