Dorong Ketahanan Pangan, Pemkab Serahkan Alsintan untuk Brigade Pangan

IST/BERITASAMPIT - Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sukardi, menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada lembaga Brigade Pangan (BP) di Kabupaten .

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian. Senin 20 Oktober 2025, Bupati melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sukardi, menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada lembaga Brigade Pangan (BP) di Kabupaten .

Penyerahan yang berlangsung di Kuala Pembuang ini menjadi bagian dari langkah nyata daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Bantuan ini bukan sekadar alat, tapi harapan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani ,” ujar Sukardi saat menyerahkan bantuan. Ia menegaskan agar alsintan dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, dan benar-benar membawa manfaat bagi kelompok tani di lapangan.

Melalui program ini, pemerintah pusat menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP200 bahkan IP300, terutama di lahan optimasi (Oplah). Untuk mendukung hal tersebut, lembaga Brigade Pangan dibentuk sebagai motor penggerak peningkatan produktivitas di tingkat akar rumput.

Di Kabupaten sendiri, sejak 2024 telah terbentuk 9 lembaga Brigade Pangan dari target 10 lembaga. Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen yang diharapkan dapat mempercepat proses kerja dan meningkatkan hasil panen.

Adapun rincian bantuan yang diserahkan meliputi:

Alsintan prapanen: 12 unit traktor roda dua untuk BP Revolusi Tani, BP Tani Berkualitas, dan BP Tani Sejahtera ( Persil Raya)

Alsintan pascapanen: 2 unit combine harvester untuk BP Limau Berkah ( Pematang Limau) dan BP Revolusi Tani ( Persil Raya)

Sukardi juga mengingatkan agar jika alsintan digunakan secara bergilir atau disewakan, tarifnya disesuaikan dengan kemampuan petani, serta pelaporannya dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar tetap transparan dan terpantau.

“Kami berharap bantuan ini menjadi berkah, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat ,” tutup Sukardi.

(ASY)

baca juga ...  Satpol PP Edukasi Siswa SMPN 1 Pematang Panjang, Tanamkan Pentingnya Disiplin dan Tertib Hukum
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!