PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah (Disbun Kalteng) mencatat, sekitar 90 persen perusahaan perkebunan di daerah itu telah menunjukkan komitmen untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Kepala Disbun Kalteng Rizky R. Badjuri mengatakan hal tersebut usai menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Sektor Perkebunan dan Kehutanan yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 20 Agustus 2025.
“Hampir semua direktur (perusahaan) hadir dan berkomitmen untuk peningkatan pendapatan asli daerah,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga menekankan pentingnya penyempurnaan pelaksanaan CSR di daerah.
“Terkait CSR, tadi Pak Gubernur menyampaikan akan ada kegiatan forum diskusi bersama lagi terkait pemenuhan atau penyempurnaan CSR,” kata Rizky.
Selain membahas CSR, pemerintah juga menyoroti realisasi kewajiban plasma perkebunan sebesar 20 persen yang menjadi tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Plasma tentu masyarakat dengan kabupaten, perusahaan berkomitmen untuk 20 persen. Nanti akan kami lihat data di kabupaten,” ujarnya.
Menurut Rizky, masih ada sejumlah perusahaan yang belum sepenuhnya memenuhi kewajiban tersebut.
“Kalau presentasi kan ada beberapa, mungkin ada beberapa satu grup (perusahaan), ada satu yang belum, ada dua yang belum,” ucapnya.
Namun, ia memastikan sebagian perusahaan justru sudah menyalurkan lebih dari batas minimal kewajiban.
“Secara keseluruhan memang ada yang sudah melebihi 40 persen. Jadi yang minimal 20 persen ada atau bukan, ada yang belum. Yang belum ini sebetulnya melakukan dengan usaha produktif karena 2007 ke bawah itu tidak wajib. Tetapi wajib dengan usaha produktif,” kata Rizky.
(Syauqi)












