SAMPIT – Duka menyelimuti perairan Sungai Mentaya. Seorang bocah berusia enam tahun, berinisial S, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari kapal penyeberangan Sampit–Seranau pada Selasa 21 Oktober 2025.
Tragedi yang menggemparkan warga tersebut kini tengah diselidiki oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Pihak kepolisian berupaya mengungkap penyebab pasti di balik insiden memilukan ini.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menegaskan, penyelidikan masih terus berjalan dan ditangani secara serius oleh tim Polairud.
“Saat ini sedang diselidiki, ditangai oleh Polairud,” ujar Resky pada Kamis 23 Oktober 2025.
Perwira berpangkat dua melati itu menyebutkan, dugaan sementara mengarah pada adanya kelalaian yang menyebabkan korban jatuh dan akhirnya meninggal dunia. Namun, pihaknya belum ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan lengkap dirilis.
Dari kejadian tersebut, Kapolres Kotim menghimbau untuk seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan keselamatan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Saya mengimbau untuk seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dan perhatikan keselamatan bersama,” pungkasnya.
(Utomo)












