SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan bahwa hasil uji coba pengeboran di Pulau Hanaut menunjukkan adanya indikasi kuat rembesan air laut ke dalam tanah. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama bagi investor untuk meninjau ulang dan mencari lokasi alternatif yang lebih aman dan stabil.
Temuan rembesan air laut di area pengeboran awal tersebut membuat investor belum dapat melanjutkan tahapan berikutnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim menegaskan tidak akan memaksakan rencana pembangunan pabrik pengolahan (smelter) di Kecamatan Pulau Hanaut apabila hasil kajian teknis menunjukkan lokasi tersebut tidak layak.
“Waktu dilakukan pengeboran di Pulau Hanaut, ternyata airnya masih merembes air laut. Karena itu mereka masih mencari lokasi baru,” kata Halikinnor, Sabtu 25 Oktober 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin proyek berskala besar ini dijalankan secara tergesa-gesa tanpa kajian matang. Faktor keamanan, kelayakan teknis, dan keberlanjutan lingkungan akan tetap menjadi prioritas utama sebelum proyek smelter tersebut direalisasikan.
Rencana pembangunan smelter di Kotim sebelumnya sempat menarik perhatian publik karena nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp160 triliun. Pabrik itu dirancang untuk mengolah bahan tambang seperti bauksit, silika, dan batu bara, dengan potensi menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Namun hingga kini, investor belum masuk ke tahap perizinan final karena masih melakukan survei lokasi dan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, sejumlah titik di wilayah Pulau Hanaut, Cemeti, hingga Ujung Pandaran memiliki lapisan gambut dalam dan potensi rembesan air laut yang tinggi.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini melakukan inventarisasi ulang terhadap status lahan di kawasan calon lokasi smelter. Aparat desa dan kecamatan diminta mempercepat pendataan kepemilikan lahan dan alas hak agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Halikinnor menegaskan bahwa Pemkab Kotim tetap mendukung penuh rencana investasi tersebut selama seluruh aspek teknis dan administrasi terpenuhi. Ia berharap, setelah seluruh kajian selesai, proyek ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotim. (nardi)












