PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalteng tidak menjadi beban fiskal bagi pemerintah daerah.
Sebaliknya, ia mendorong agar seluruh BUMD mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Enggak, enggak. Saya enggak ada (anggap BUMD jadi beban),” tegas Agustiar saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa, 28 Oktober 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah tetap memberi ruang bagi BUMD untuk berbenah dan berinovasi dalam mengembangkan potensi usaha yang berdampak pada penguatan ekonomi daerah.
“BUMD ke depan harus lebih bagus supaya bisa berkontribusi ke pendapatan daerah,” ujarnya.
Saat ini, Bank Kalteng menjadi salah satu BUMD yang aktif dan terbukti memberikan sumbangsih signifikan terhadap PAD.
Namun, dua BUMD lainnya: PT Jamkrida dan PT Banama Tingang Makmur, dinilai belum memberikan kontribusi optimal dan bahkan cenderung stagnan.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMD yang belum produktif.
Ia menilai penyertaan modal dari pemerintah daerah harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dan hasil nyata.
“Memang menurut saya itu untuk mengantisipasi penurunan TKD. Seluruh potensi PAD kita harus digali dan dikembangkan,” kata Freddy di Palangka Raya, Selasa.
Ia menegaskan perlunya langkah serius dalam melakukan optimalisasi dan revitalisasi BUMD, terutama di luar Bank Kalteng yang dinilai sudah berjalan baik.
“Perusda yang lain menghadapi tantangan ke depan yang lebih berat. Maka perlu ada penataan dan perbaikan manajemen,” lanjutnya.
Freddy juga menilai, ke depan, BUMD perlu dipimpin oleh sosok manajemen yang memiliki jiwa wirausaha dan kemampuan menciptakan inovasi bisnis.
“Kita harus menunjuk atau merekrut direksi yang punya semangat entrepreneur. Mereka harus mampu memanfaatkan fasilitas pemerintah daerah untuk berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.
Menurutnya, jika langkah pembenahan dilakukan secara konsisten, BUMD Kalteng bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar lembaga yang mengandalkan bantuan modal dari pemerintah.
(Sya'ban)












