PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) menempati posisi teratas sebagai provinsi dengan panjang jalan rusak terpanjang di Indonesia, yakni 191,56 kilometer.
Angka ini menjadikan Kalteng berada di urutan pertama berdasarkan Data Kondisi Jalan Tahun 2025 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
Di bawah Kalteng, posisi kedua ditempati Kalimantan Timur dengan panjang jalan rusak 186,20 km, disusul Papua Barat 172,76 km.
Sementara itu, Papua Pegunungan, Sumatera Barat, Papua, Sumatera Utara, Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung melengkapi sepuluh besar provinsi dengan jalan rusak terpanjang.
Data tersebut mencakup jalan rusak ringan hingga rusak berat, baik dari sisi struktur maupun fungsinya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, menjelaskan bahwa jalan rusak yang tercatat dalam data tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Kemantapan jalan yang dikelola Pemprov Kalteng mencapai 87 persen. Jadi data itu memotret jalan nasional, bukan jalan provinsi atau kabupaten/kota,” ujar Juni saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Ia menegaskan, kondisi jalan provinsi di Kalteng sejauh ini masih tergolong baik dan menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Kalimantan.
Lebih lanjut, Juni menyebutkan bahwa Kalimantan Tengah merupakan provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia, dengan total panjang jaringan jalan mencapai sekitar 17.000 kilometer, termasuk jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Kerusakan terjadi terutama di poros tengah dan masih ada missing link sekitar 91 kilometer,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian kewenangan jalan telah diatur sesuai tingkatan pemerintahan. Jalan nasional berada di bawah Kementerian PU, jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, dan jalan kabupaten/kota dikelola oleh masing-masing pemerintah daerah.
“Setiap tingkatan pemerintahan bertanggung jawab terhadap jalan sesuai kewenangannya,” kata Juni.
Ia membenarkan, ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan di Kalteng tersebar di sejumlah wilayah, terutama jalur penghubung antara wilayah Barito, Kotawaringin, dan kawasan tengah Kalimantan Tengah.
“Ruas jalan itu berada di poros tengah yang menghubungkan bagian barat dan timur Kalteng,” jelasnya.
(Sya'ban)












