PULANG PISAU – Ketua Umum DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Pulang Pisau, Hj. Deni Widanarni, menegaskan bahwa kegiatan seni religi seperti Lomba Syair Maulid Habsyi dan Pop Religi bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat nilai keislaman sekaligus ruang ekspresi generasi muda dalam berkarya melalui seni yang bernuansa dakwah.
Ia menyampaikan hal itu dalam acara penutupan lomba yang berlangsung meriah di Aula Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Pulang Pisau, Sabtu malam 1 November 2025. Kegiatan tersebut menandai berakhirnya rangkaian lomba yang digelar sejak 29 Oktober lalu dan diikuti peserta dari berbagai kecamatan.
“Melalui ajang ini kita dapat melihat semangat luar biasa para peserta dari berbagai kategori. Saya mengucapkan selamat kepada para juara, dan bagi yang belum berhasil, jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan berkarya,” ujar Hj. Deni.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dewan juri serta seluruh panitia yang telah bekerja maksimal demi suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan acara ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.
Deni menegaskan, LASQI akan terus berkomitmen menjadi wadah bagi tumbuhnya generasi muda yang cinta seni dan religius. Ia berharap lomba serupa dapat menjadi agenda tahunan daerah dan semakin banyak melibatkan pelajar maupun komunitas seni Islam.
“Lomba ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal untuk menumbuhkan semangat dakwah melalui seni. Kami ingin Pulang Pisau dikenal sebagai daerah yang aktif menghidupkan nilai-nilai religius dalam budaya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, panitia juga mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori. Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa seni religi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pulang Pisau.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan penghargaan kepada para juara. Sorak dan tepuk tangan menggema di aula, menandai berakhirnya kegiatan penuh makna yang menyatukan seni, iman, dan kebersamaan. (ds)












