PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperluas jangkauan pendidikan tinggi hingga ke wilayah pedalaman dan terpencil melalui program “Satu Rumah Satu Sarjana.”
Program yang dijalankan pada tahun 2025 ini menyalurkan beasiswa kuliah gratis bagi 3.060 mahasiswa dari keluarga kurang mampu di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran mengatakan, program ini bukan hanya soal bantuan biaya pendidikan, melainkan juga langkah strategis dalam pemerataan akses pendidikan hingga ke desa–desa.
“Kita ingin setiap keluarga, bahkan yang tinggal di pelosok, punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi,” kata Agustiar di Palangka Raya, Minggu, 2 November 2025.
Agustiar menegaskan, program ini terintegrasi dalam Program Prioritas Huma Betang Sejahtera, yang mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan daerah.
“Daerah tidak akan bisa maju tanpa SDM yang berkualitas. Karena itu, pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan Kalteng,” tegasnya.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah menyalurkan anggaran langsung ke kampus-kampus lokal agar mahasiswa penerima beasiswa dapat menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa dilakukan berdasarkan pendataan riil di tingkat desa.
“Pendataan dimulai dari desa. Gubernur meminta agar penerima program ini benar-benar dari keluarga yang belum punya anggota bergelar sarjana,” ujar Reza.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta seluruh kepala desa di Kalteng. Mereka diminta melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima bantuan.
“Kami libatkan pemerintah desa agar data benar-benar akurat. Misalnya, apakah dalam keluarga itu ada yang putus sekolah atau belum pernah kuliah,” tambahnya.
Program “Satu Rumah Satu Sarjana” menjadi salah satu langkah nyata Pemprov Kalteng dalam menekan kesenjangan pendidikan antarwilayah. Melalui program ini, diharapkan anak-anak dari daerah terpencil dapat memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi, sebagaimana mereka yang tinggal di perkotaan.
(Sya'ban)












