SAMPIT – Warga Desa Camba, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sempat digegerkan oleh insiden menyeramkan. Seorang warga bernama Itai (65) menjadi korban terkaman buaya pada 27 Oktober 2025 lalu. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Kepala Desa Camba, Yansen, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi Itai yang kini sudah berangsur pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. “Sudah sehat, sudah bisa bekerja lagi,” ujarnya, Senin 3 November 2025.
Meski demikian, Yansen mengakui kejadian itu meninggalkan trauma mendalam bagi warga. Pasalnya, insiden tersebut merupakan serangan buaya pertama yang terjadi di desanya.
“Baru pertama kali terjadi,” ujar orang nomor satu di Desa Camba tersebut.
Ia menambahkan bahwa dirinya berharap kepada unsur terkait, baik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) maupun dinas yang memiliki wewenang dapat bergerak cepat mengatasi hal itu terjadi kembali.
“Harapannya agar semua unsur baik itu Pemerintah Daerah maupun Kementrian Kelautan yang berwenang serta warga masyarakat untuk bersama-sama mendukubg program pemerintah dalam pembangunan Pulau Hanibung,” ujar Kades.
Diketahui Pulau Hanibung telah ditetapkan oleh Pemkab Kotim sebagai salah satu prioritas pembangunan jangka menengah daerah periode 2025-2029. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai lokasi konservasi satwa sekaligus wisata edukatif berbasis alam.
Sepanjang 2025, serangan buaya terhadap manusia tercatat sebanyak enam kali. Satu diantara keenam korban itu meninggal dunia dan lima diantaranya mengalami luka-luka.
Kejadian itu mengingatkan kita semua untuk selalu waspada ketika melakukan kegiatan di bantaran sungai. Populasi buaya yang meningkat dengan keadaan makanan yang minim menjadi salah satu penyebab buaya menyerang manusia.
(UTOMO)












