SAMPIT – Baru dua bulan diresmikan, puluhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini sudah padam. Padahal, proyek yang menelan dana hingga Rp6 miliar itu diharapkan mampu menerangi jalan dan menekan potensi kriminalitas di malam hari.
Berdasarkan pantauan Berita Sampit, dari 83 titik PJU yang terpasang di sepanjang Jalan Pramuka, 19 di antaranya sudah tidak menyala. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat sekaligus memunculkan tanda tanya besar terhadap mutu proyek yang baru rampung pada pertengahan September 2025 lalu.
Proyek pembangunan PJU tersebut terbagi dua lokasi. Untuk Jalan Pemuda, dikerjakan oleh CV Sarana Indah Motor dengan nilai kontrak Rp2,7 miliar untuk 81 titik lampu sepanjang 2,3 kilometer.
Sementara di Jalan Pramuka, proyek senilai Rp2,84 miliar dikerjakan oleh PT Whardhana Whardhani Jaya dengan 83 titik lampu sepanjang 3,2 kilometer.
“Sangat disayangkan, belum dua bulan dipasang sudah banyak yang mati, kondisi itu membuat jalan tersebut gelap dan rawan aksi kriminal,” keluh Robiansyah, warga yang kerap melintas di kawasan itu, Selasa 4 November 2025.
Tidak hanya itu, Robi juga mempertanyakan kualitas PJU yang menghabiskan dana miliaran tak seharusnya rusak secepat itu.
“Proyek miliaran masa kualitasnya buruk. Patut dipertanyakan,” ujarnya.
Ia juga mendesak pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. Jangan sampai hal itu menjadi proyek yang hanya menghabiskan anggaran.
“Harus segera ditindak lanjuti, jangan sampai cuma buang-buang anggaran, tidak memberikan manfaat dan multi efek untuk masyarakat,” pungkasnya.
(Utomo)












