SAMPIT – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kamis sore, 6 November 2025, angin kencang disertai hujan deras menghantam Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu. Akibatnya, atap bangunan ritel modern Alfamart terlepas dan beterbangan hingga menimpa rumah warga di sekitarnya. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Angin berkecepatan tinggi mencapai 56 km/jam, menurut data BMKG Stasiun H. Asan Sampit, menyebabkan atap ritel seluas 15 x 10 meter terangkat dan beterbangan.
“Kerugian material di Alfamart diperkirakan mencapai Rp60 juta. Selain itu, satu rumah warga atas nama Widia Rahma di dekat lokasi juga terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Multazam.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Bhabinkamtibmas Desa Pelantaran dan tim TRC BPBD Kotim telah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian.
“Potensi cuaca ekstrem masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan angin kencang, terutama di sekitar baliho, bangunan tinggi, dan pepohonan rindang. BMKG memperkirakan fenomena hidrometeorologi ini dapat berlangsung hingga Februari 2026,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah memanggil pemilik ruko dan siap untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga akibat terlepasnya atap bangunan tersebut. Situasi di lokasi kini dilaporkan aman dan kondusif. (Nardi)












