PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di daerah.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk melestarikan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025, Kamis 6 November 2025.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya tantangan dan peluang dalam pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data terbaru, volume timbulan sampah di provinsi ini mencapai sekitar 1.259 ton per hari, dengan sebagian besar terdiri atas sampah organik dan plastik.
“Kondisi ini menuntut kita untuk melakukan langkah-langkah yang lebih terencana, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular,” tambahnya.
Melalui rakor tersebut, DLH Kalteng mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penanganan sampah serta memperkuat kesamaan persepsi antarinstansi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian program pengelolaan sampah yang telah berjalan.
“Kami berharap pertemuan ini menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di daerah,” lanjutnya.
Selain itu dalam hal ini mengajak kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat komitmen menjaga kebersihan lingkungan melalui langkah kolaboratif dan inovatif.
“Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, kita dapat mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ungkapnya. (yud)












