PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memastikan Program Kartu Huma Betang Sejahtera akan mulai dijalankan pada tahun 2026. Saat ini, pemerintah provinsi tengah mempelajari sejumlah regulasi dan kesiapan anggaran untuk menjalankan program tersebut.
“Nanti, insya Allah tahun 2026. Kami sekarang mempelajari regulasinya, keuangannya, apalagi sekarang ini kan TKD dan DBH dikurangi,” ujar Agustiar usai menghadiri apel di Polda Kalteng, Rabu, 5 November 2025.
Meski begitu, Agustiar menegaskan bahwa program unggulan itu tetap akan berjalan sesuai rencana. “Tapi yang jelas, program Kartu Huma Betang berjalan,” katanya.
Sebelumnya, Agustiar menyampaikan bahwa Kartu Huma Betang Sejahtera akan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Kalteng mulai tahun depan. Program ini dirancang sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Tahun 2026, program prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera harus sudah mulai dijalankan untuk memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat,” tegas Agustiar dalam pertemuan pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Selasa, 30 September 2025.
Ia menjelaskan, keberadaan kartu tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Kalteng agar lebih mudah mengakses kebutuhan dasar sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga.
Selain menyoroti program perlindungan sosial itu, Agustiar juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyelaraskan program kerja dengan visi-misi gubernur dan wakil gubernur, serta program strategis nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti Lumbung Pangan Nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
“Semakin kuat kinerja aparatur, maka semakin baik pemerintahan, semakin cepat pembangunan, dan makin berkualitas pelayanan masyarakatnya,” ujarnya.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Agustiar mendorong pembentukan tiga zona koordinasi serta pelaksanaan rapat daring secara rutin guna menyerap aspirasi masyarakat di daerah.
Ia mengakui, tantangan tahun depan cukup berat seiring kebijakan efisiensi anggaran. Namun, ia tetap optimistis seluruh program prioritas, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera, dapat berjalan efektif.
“Mari kita bekerja keras bersama melayani masyarakat dan memajukan pembangunan Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera, untuk Indonesia Emas,” pungkasnya.
(Syauqi)












