BKSDA Kalteng Sebut 229 Orangutan Dilepasliarkan Sepanjang 2025

SYAHYUDI/BERITASAMPIT - Seekor orangutan hasil rehabilitasi tampak memanjat pohon sesaat setelah dilepasliarkan.

– Kepala BKSDA Kalteng, Andi Kadafi mengatakan sepanjang tahun 2025, sudah ada lebih dari 200 individu orangutan yang dilepasliarkan di kawasan Taman Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).

“Sampai saat ini tercatat sudah 222 individu yang dilepas, dan dengan tambahan pelepasliaran kali ini jumlahnya akan menjadi 229. Ini capaian yang membanggakan, hasil kerja keras bersama antara BKSDA, BOS Foundation, dan TNBBBR,” ucapnya, Jumat 7 November 2025.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus berkomitmen menjaga kelestarian orangutan Kalimantan melalui program rehabilitasi dan pelepasliaran yang dilaksanakan bersama mitra konservasi.

“Selain itu juga harapan kami, ke depan tidak ada lagi orangutan yang harus diselamatkan karena dipelihara atau terjebak di area permukiman dan perkebunan. Orangutan seharusnya hidup di hutan, habitat aslinya,” tambahnya.

Pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak memperlakukan orangutan sebagai satwa peliharaan maupun hama.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi perburuan atau konflik antara manusia dan orangutan. Ketika mereka masuk ke kawasan perkebunan, jangan langsung dianggap hama. Itu tanda bahwa habitatnya mungkin terganggu, dan tugas kita adalah mencari solusi yang tepat,” lanjutnya.

Keberhasilan pelepasliaran orangutan bukan hanya diukur dari jumlah satwa yang dilepas, tetapi juga dari kemampuan mereka bertahan hidup dan berkembang biak secara mandiri di alam.

“Harapan besar kami, setiap orangutan yang dilepas dapat beradaptasi dengan baik di habitat barunya, hidup sejahtera, dan kelak bisa berkembang biak. Itulah indikator keberhasilan konservasi yang sesungguhnya,” tuturnya.

Seluruh orangutan yang telah dilepasliarkan terus dipantau melalui kegiatan monitoring harian yang dilakukan oleh tim lapangan dan mitra konservasi.

“Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan perilaku mereka. Apakah sudah cukup liar, apakah sudah bisa mencari pakan alami, dan bagaimana adaptasi mereka terhadap lingkungan hutan. Harapannya, semakin lama mereka semakin mandiri,” urainya.

Upaya konservasi ini tidak hanya soal melepas kembali orangutan ke alam, tetapi juga membangun keseimbangan antara manusia dan lingkungan.

“Konservasi orangutan berarti juga menjaga hutan agar tetap lestari. Dengan sinergi semua pihak, kita berharap orangutan bisa terus hidup bebas dan aman di habitat alaminya,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Wajah Baru, Semangat Baru: Ilham Nurhidayat Pimpin BPKP Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!