SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi membuka secara langsung, Musyawarah Daerah (Musda) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukamara yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Daerah pada Sabtu 8 November 2025.
Nur Effendi menjelaskan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi, yang ucapannya selalu menjadi acuan dan didengar oleh masyarakat luas serta merupakan rekan kerja yang penting bagi pemerintah.
“Oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia harus menjadi pelopor terdepan dalam memberikan suri tauladan yang baik bagi masyarakat muslim khususnya,” jelas Nur Effendi.
Wabup Sukamara juga mengatakan jika kehadiran MUI sangat diperlukan dalam rangka memperbaiki dan membangun akhlak generasi muda dan moral di Bumi Gawi Barinjam ini.
“Saya atas nama pemerintah daerah memandang penting kedudukan para ulama di masyarakat. seperti halnya para ekonom, pebisnis, ilmuan atau politisi, ulama turut serta dalam menentukan keberhasilan suatu daerah, mengatasi permasalahan menuju derajat kesejahteraan yang lebih tinggi,” terang Nur Effendi.
Dalam kesempatan itu, Nur Effendi menegaskan jika agenda Musda V MUI Kabupaten Sukamara yang diselenggarakan ini, merupakan sebuah kegiatan strategis dalam menentukan pengurus dan menyusun rencana program kerja yang terarah dan terkoordinasi dengan baik.
Sebagai suatu forum musyawarah, musda ini merupakan lembaga tertinggi dalam menetapkan keputusan dan kebijakan yang akan dilaksanakan sebagai program kerja selanjutnya. Forum musyawarah ini juga tentunya, sebagai tempat untuk mengevaluasi terhadap kegiatan yang telah dijalankan, dan pembahasan program kedepan yang realistis, terpadu, dan sistematis dalam rangka meningkatkan kinerja bersama.
“Saya berharap agar musyawarah ini dapat menghasilkan mufakat terbaik, dengan memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan akan pengabdian dan dedikasi yang tinggi. saya yakin, dengan konsep kerja yang teratur dan sistematis, maka upaya membangun masyarakat beriman akan tercapai sesuai harapan kita bersama,” tukas Nur Effendi. (enn)












