KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan keseriusannya dalam memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menambah dua Pos Lapangan (Poslap) baru di wilayah rawan kebakaran. Hal ini disampaikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Romulus, usai menindaklanjuti hasil rekomendasi Rapat Koordinasi Evaluasi Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu 9 November 2025.
Romulus mengatakan bahwa penambahan Poslap merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman Karhutla setiap tahunnya.
“Dari sembilan Poslap yang sudah ada, kita akan menambah dua lagi menggunakan anggaran daerah, sehingga totalnya menjadi sebelas Poslap,” ungkapnya.
Menurut Romulus, langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mendorong kabupaten dan kota memperluas jangkauan pengendalian Karhutla. Ia menilai, penambahan Poslap akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat respon penanganan di lapangan.
“Poslap menjadi garda terdepan pengendalian Karhutla. Unsur di dalamnya terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa, serta masyarakat sekitar yang bersinergi menjaga wilayah dari potensi kebakaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Romulus juga menyoroti pentingnya dukungan dunia usaha dalam upaya pencegahan Karhutla. Ia menegaskan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ring satu areal perizinan diimbau untuk ikut membangun serta membiayai Poslap di sekitar areal operasinya.
“Keterlibatan pihak swasta ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan,” tegasnya.
Selain itu, Romulus menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah menunggu penetapan peta lahan bukan gambut dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Peta tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam memberikan izin pembukaan lahan masyarakat sesuai dengan kearifan lokal.
“Kami masih menunggu SK resmi dari provinsi. Ini penting agar pengelolaan lahan masyarakat tetap aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran,” ujarnya.
Menutup penjelasannya, Romulus menyampaikan rasa syukur karena kondisi Kabupaten Kapuas pada tahun ini relatif aman dari bencana Karhutla.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, tahun ini cuaca cukup basah sehingga titik api sangat minim. Namun kita tetap waspada dan terus memperkuat sistem pengendalian agar situasi kondusif ini bisa terus terjaga,” pungkasnya. (ds)












