BPBD Kotim Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh nyata dampak fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan, kecepatan angin saat kejadian mencapai 56 kilometer per jam. Kondisi itu menyebabkan sedikitnya sudah tujuh pohon tumbang di berbagai titik, beberapa di antaranya menimpa jaringan listrik dan mengganggu akses jalan. 

“Kerusakan cukup lumayan, beberapa pohon besar tumbang, bahkan ada yang mengenai jaringan PLN dan internet. Situasinya sempat kritis karena petugas harus berhati-hati menangani kabel listrik di lapangan,” ujar Multazam.

Ia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. 

Di Pelantaran misalnya, pada Kamis 6 November 2025 sore atap Alfamart yang rusak dan berdampak ke atap warga menyebabkan kerugian ditaksir sekitar Rp75 juta. 

Selain itu, bangunan fasilitas umum seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) juga mengalami kerusakan pada bagian kanopi. “Kami berharap fasilitas pelayanan publik segera dipulihkan karena menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Multazam, kejadian pohon tumbang sebagian besar terjadi bukan karena usia pohon yang tua, melainkan karena akar yang tidak menancap kuat serta kondisi dedaunan yang jarang dipangkas. 

“Angin yang kencang membuat pohon yang daunnya lebat mudah tumbang. Ini harus jadi perhatian bersama agar pohon di area padat penduduk bisa ditata dengan baik,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tanda-tanda alam. Kalau siang terasa terik, biasanya sore mendung dengan awan hitam maka harus waspada.

baca juga ...  Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Toko Hokky

“Saat melihat awan gelap dan mulai ada hembusan angin kuat, segera cari tempat aman dan hindari berteduh di bawah pohon. Cuaca ekstrem sulit diprediksi karena perubahannya sangat cepat,” tegas Multazam.

BPBD Kotim bersama lintas sektor Kotim siaga di lapangan. Mereka siap bergerak cepat melakukan penanganan darurat apabila terjadi kejadian serupa. 

“Kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk memperkuat kesiapsiagaan. Cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga Februari 2026, jadi masyarakat diimbau tetap waspada dan selalu memperhatikan peringatan dari ,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!