SAMPIT – Peristiwa meninggalnya nenek Masliun di Sungai Mentaya Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menambah daftar panjang insiden warga yang tenggelam sepanjang tahun 2025.
Kepala BPBD Kotim, Multazam menyampaikan bahwa korban Masliun akhirnya ditemukan pada Minggu 16 November 2025 pukul 13.30 WIB. Sehari setelah dilaporkan hilang pada Sabtu 15 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa jasad berada sekitar 500 meter dari titik awal diduga tenggelam, atau tak jauh dari batang milik keluarga almarhum, sebelum akhirnya tersangkut pada batang lanting warga.
“Korban di temukan oleh warga setempat,dan langsung dibawa kerumah duka dan dimakamkan hari ini,” ujarnya.
Unsur yang terlibat mulai dari BPBD, Basarnas, Babinsa, Babinkantibmas, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat setempat.
Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun Berita Sampit, serangkaian kasus tenggelam telah terjadi sejak awal tahun. Salah satunya adalah peristiwa yang menimpa dua bocah kakak beradik, Jojo (12) dan Riko (9), warga Kuala Kuayan, pada Februari 2025.
Keduanya terseret arus ketika berenang di Sungai Mentaya. Riko ditemukan pada 14 Februari sekitar 100 meter dari lokasi awal, sedangkan Jojo ditemukan sehari kemudian sekitar 800 meter dari titik kejadian setelah pencarian intensif tim SAR gabungan bersama BPBD dan warga.
Insiden lain menimpa Bagus Isgiyanto (22), seorang anak buah kapal (ABK) yang terjatuh di perairan Dusun Teluk Tewah, Kecamatan Cempaga, pada 29 Agustus 2025.
Jasad korban ditemukan sehari setelah laporan hilang, yakni pada 30 Agustus, sekitar 100 meter dari lokasi awal. Jenazah kemudian dibawa ke dermaga Kota Besi. Kepala BPBD Kotim, Multazam, turut mengonfirmasi penemuan jasad tersebut.
Selain kasus tenggelam akibat arus sungai, Sungai Mentaya juga mencatat kejadian serangan buaya. Salah satunya dialami Kursani (Sani), warga Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, yang diserang saat mandi di sungai.
Setelah lebih dari 24 jam pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada 5 April 2025 sekitar pukul 14.20 WIB di sekitar Pulau Lepeh.
Terbaru, kejadian yang menimpa nenek Masliun kembali menjadi pengingat bahwa Sungai Mentaya menyimpan potensi bahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. (Nardi)












