SAMPIT – Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke depo sampah yang berada di samping SMPN 3 Sampit.
Sidak ini digelar untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar membaik sebagaimana sebelumnya disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, menjelaskan bahwa pengecekan langsung diperlukan lantaran depo tersebut sejak lama menjadi keluhan warga sekitar, termasuk pihak sekolah, karena dinilai mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Dari hasil pantauan di lokasi, Komisi II menilai bahwa meski kondisinya lebih baik dibanding sebelumnya, depo sampah tersebut masih memerlukan sejumlah perbaikan fisik dan peningkatan sanitasi.
“TPS ini memang lebih baik, bau juga sudah berkurang, tetapi perbaikan menyeluruh seperti atap, lantai, hingga alat pencacah tetap harus dilakukan,” ujarnya, Selasa 18 November 2025.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan anggaran renovasi depo sampah tersebut dalam APBD 2026. Selain itu, Komisi II meminta DLH mengatur jadwal piket petugas secara bergantian agar tidak membebani satu pegawai saja. Penyemprotan disinfektan secara rutin juga diminta untuk diberlakukan baik saat sampah datang maupun ketika depo dalam kondisi kosong.
Selain meninjau depo, rombongan Komisi II yang terdiri dari Akhyannoor, Supian Hadi, Hendra Sia, Zainuddin, Andi Lala, Pardamean Gultom dan Seto Hadi kemudian turut mendatangi SMPN 3 Sampit guna mendengar langsung keluhan pihak sekolah.
Kepala SMPN 3 Sampit, Siti Hadijah, membenarkan bahwa kondisi depo lebih baik setelah aduan resmi dilayangkan pada September 2025. Namun, sejumlah persoalan masih belum sepenuhnya teratasi.
“Dulu bau sangat mengganggu, terutama bagi siswa baru. Setelah pintu kanan ditutup, sampah tidak lagi meluber, tapi persoalan sanitasi masih ada. Kami berharap penyemprotan disinfektan benar-benar rutin dilakukan,” tegasnya.
Hadijah menambahkan bahwa lahan depo tersebut merupakan aset sekolah yang sebelumnya dihibahkan kepada pemerintah daerah, yang dulunya merupakan tribun eks MTQ. Ia menyebut siswa kelas 7 menjadi kelompok yang paling terdampak jika cuaca panas dan aroma sampah kembali menyengat.
Dengan adanya sidak ini, Komisi II DPRD Kotim menegaskan bahwa perbaikan sanitasi dan renovasi fisik depo perlu segera direncanakan agar aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Sampit tidak lagi terganggu. (Nardi)












