PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, menilai generasi muda hari ini perlu memiliki kemampuan bertahan di tengah derasnya arus informasi digital yang makin sulit dikendalikan.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita Tingkat SMA/SMK/MA se-Kalteng Tahun 2025, di Aula Jayang Tingang, Senin, 17 November 2025.
Dalam sambutannya, Edy menekankan bahwa perkembangan teknologi membawa peluang, tapi sekaligus memunculkan risiko baru yang perlu diantisipasi oleh anak muda, terutama terkait penyalahgunaan informasi dan pengaruh negatif media digital.
“Generasi muda harus punya kesadaran untuk memanfaatkan kemudahan zaman, bukan justru terseret dampak buruknya,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan literasi, membaca, menulis, dan memahami konteks informasi, menjadi pondasi utama untuk menghadapi kondisi tersebut.
Edy juga menyinggung pentingnya membangun daya kritis remaja dalam memilah informasi, apalagi di era yang rentan dengan hoaks, konten instan, sampai penyalahgunaan media digital yang bisa memengaruhi perilaku.
“Literasi itu bukan cuma baca buku, tapi kemampuan memahami informasi supaya tidak mudah terpengaruh. Ini penting buat masa depan generasi muda,” tambahnya.
Menurut Edy, peran perpustakaan dan kegiatan literasi seperti lomba menulis dapat menjadi ruang aman bagi pelajar untuk melatih kemampuan berpikir, memperluas wawasan, sekaligus menangkal efek negatif yang muncul dari penggunaan teknologi sehari-hari.
Ia berharap pelajar Kalteng bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat karakter, meningkatkan kemampuan literasi, dan mengembangkan kreativitas melalui karya tulis maupun bercerita.
“Kami ingin lebih banyak muncul penulis dan kreator cerita dari Kalteng yang punya karakter, integritas, dan bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” tutupnya.
(Sya'ban)












