LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau menargetkan pengaspalan jalan Perigi-Bruta selesai dalam dua tahun mendatang. Proyek ini menjadi salah satu jalur kunci yang diyakini dapat memperkuat konektivitas desa, menurunkan biaya logistik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan langsung target tersebut dalam acara penyerahan beasiswa mahasiswa Lamandau tahun 2025, Rabu 19 November 2025.
Ruas ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Prigi dengan Bruta-jalur yang menjadi denyut aktivitas ekonomi warga, terutama untuk mobilitas hasil pertanian, perdagangan kecil, hingga kebutuhan harian masyarakat.
Lamandau hanya mendapatkan alokasi sekitar 2 kilometer jalan dari Pemprov Kalteng tahun ini, jauh dari kebutuhan dan tidak sebanding dengan daerah lain.
Rizky mengungkapkan bahwa pengurangan APBD Provinsi dari Rp11 triliun menjadi Rp5 triliun menyebabkan pengerjaan jalan harus dijadwalkan ulang.
“Kemampuan pembiayaan menurun drastis. Tapi kami tetap dorong agar jalan Prigi–Bruta tidak tergeser dari prioritas pembangunan provinsi,” ujar Rizky.
Rencana awal pengerjaan seharusnya dimulai akhir 2025, namun Pemkab tetap menargetkan rampung dalam dua tahun ke depan, dengan catatan ada peningkatan dukungan anggaran dari provinsi.
Jika jalan ini selesai, ekonomi desa diprediksi lebih hidup dan akses pasar lebih mudah, harga barang lebih stabil, serta mobilitas warga semakin lancar.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegasnya
Pemkab memastikan akan terus melobi Pemprov Kalteng agar jalan Prigi-Bruta masuk prioritas utama pembangunan infrastruktur di 2026 dan 2027. (andre)












