LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mulai bergerak untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat kajian komprehensif yang disusun Tim Tenaga Ahli PKPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. Pemaparan laporan akhir kajian tersebut diikuti langsung oleh jajaran Pemkab Lamandau di aula Bapedda setempat.
Sekda Lamandau, M Irwansyah, mewakili Bupati, menegaskan bahwa kajian ini menjadi momentum penting untuk membuka potensi pendapatan baru yang selama ini belum tergarap optimal. Menurutnya, Lamandau masih “terlalu nyaman” dengan dana transfer pusat sehingga harus segera berbenah.
“Banyak potensi tidur. Kita harus mulai mengaktifkan sumber PAD yang selama ini belum disentuh, tapi tetap tanpa membebani masyarakat,” ujarnya, Kamis 20 November 2205.
Kajian ini mengungkap perlunya sinergi antara APBD dan program nasional agar pembangunan bisa berjalan lebih presisi dan efisien. Apalagi, perubahan regulasi pajak dan retribusi dari pusat membuat daerah harus lebih cermat membaca peluang.
Salah satu sorotan terbesar adalah rendahnya kontribusi sektor perkebunan sawit, meski aktivitas ekonominya dominan di Lamandau. Kondisi ini disebut sebagai “anomali” yang harus segera diperbaiki lewat strategi regulatif dan penataan kewajiban pelaku usaha.
Irwansyah juga mendorong seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan DPRD untuk menindaklanjuti rekomendasi kajian secara kolektif, karena tanpa eksekusi nyata, potensi PAD hanya akan menjadi angka dan analisis di atas kertas.
“Yang terpenting bukan hanya kajiannya, tapi komitmen kita mengeksekusi rekomendasi itu secara konsisten,” tegasnya. (andre)












