Pemkab Kotim Harapkan Pembelajaran Mendalam Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas Guru

NARDI/BERITASAMPIT - Kegiatan talkshow dan pameran peserta pelatihan pembelajaran mendalam.

SAMPIT – Showcase Talkshow dan Pameran Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk guru SMP, SMA, dan SMK Tahun 2025 digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kotim), Kamis 20 November 2025.

Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Riswandi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan yang diikuti 200 guru itu memiliki manfaat besar bagi peningkatan kualitas tenaga pendidik di Kotim.

Menurutnya, guru adalah pondasi utama dalam melahirkan generasi masa depan. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membina, dan membentuk karakter anak-anak

“Karena itu, pelatihan pembelajaran mendalam ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, serta inovasi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Rafiq juga berharap pelaksanaan talkshow dan pameran mampu menjadi wadah berbagi praktik baik antar guru. Ia menginginkan seluruh hasil pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di sekolah masing-masing, sehingga memberikan dampak nyata terhadap perkembangan pendidikan peserta didik.

Ia menegaskan, Pemkab Kotim berkomitmen mendorong lahirnya guru-guru berkompeten, profesional, dan siap bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. “Bukan hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, sopan, jujur, dan berkarakter kuat,” tegasnya.

Rafiq mengajak seluruh guru terus menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi penerus. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan agar berjalan maksimal dan berkelanjutan di Kotim.

Ketua Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kalteng I Ketut Sukajaya menegaskan bahwa pembelajaran mendalam atau deep learning menuntut guru memiliki kompetensi lebih dalam mengelola proses belajar peserta didik. 

Ia menjelaskan bahwa ada tiga aspek penting yang harus tumbuh dari peserta didik, yaitu munculnya kesadaran belajar, kebermaknaan dalam proses pembelajaran, serta suasana belajar yang menyenangkan. Menurutnya, setiap guru perlu menumbuhkan kesadaran makna belajar melalui proses refleksi. 

baca juga ...  Ketua PMI Kotim Semangati 323 Anggota PMR Baru: Kalian Garda Depan Kemanusiaan!

“Guru harus mampu merenungkan apa yang sudah dilakukan, mengevaluasi kekurangannya, dan menentukan langkah perbaikan di depan. Jika proses ini berjalan, maka kualitas pembelajaran di Kotim baik di jenjang PAUD, SD, SMP, sampai SMA pasti meningkat,” ujarnya.

Sukajaya juga menjelaskan bahwa pola pelatihan yang diterapkan mencakup in service, on the job training. Guru dibimbing fasilitator, kemudian melakukan praktik langsung di kelas, hingga dilakukan refleksi dan evaluasi mengenai apa yang sudah dilakukan serta langkah perbaikannya. 

“Setelah itu para guru mengimbaskan ilmu dan praktik baik ini ke rekan-rekan di sekolah maupun kelompok kerja guru,” tambahnya.

Ia menilai pelatihan yang berjalan selama ini telah membangun rasa percaya diri guru atau self confidence dalam meningkatkan kompetensi. “Harapan kami, pembelajaran mendalam benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sukajaya juga berpesan kepada siswa agar mengikuti pembelajaran dengan baik yang diberikan oleh bapak ibu guru.

Ia ingin peserta didik mampu memenuhi delapan profil yang ditargetkan, yaitu beriman dan bertakwa, memiliki gotong royong, kreativitas, nalar kritis, kemampuan menjaga , serta kecakapan hidup bermasyarakat. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!