Sekda Tegaskan Keberhasilan Optimalisasi PAD Membutuhkan Koordinasi Lintas OPD hingga DPRD

IST/BERITASAMPIT : Rapat pemaparan laporan akhir kajian tersebut diikuti langsung oleh jajaran Pemkab di aula Bapedda.

– Pemerintah Kabupaten membuat strategi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), setelah laporan akhir Kajian Optimalisasi PAD dipaparkan oleh Tim Tenaga Ahli PKPM FEB Universitas Brawijaya Malang, Kamis 20 November 2025.

Sekda , M Irwansyah, menyebut bahwa kontribusi sawit terhadap PAD masih sangat rendah meski sektor ini menjadi penggerak ekonomi terbesar di daerah tersebut. 

“Ini ironi. Aktivitas ekonominya tinggi, tapi pemasukan untuk daerah tidak sebanding,” ujarnya.

Menurutnya, harus mengambil langkah berani untuk menata ulang regulasi pendapatan, terutama pada sektor-sektor yang belum tersentuh maksimal. 

Irwansyah menilai bahwa kajian ini memberi rambu jelas mengenai titik-titik potensi, mulai dari sektor perkebunan, jasa, hingga retribusi daerah yang selama ini tidak termonitor secara efektif.

Ia menyebut, ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih sangat besar, sehingga optimalisasi PAD bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal.

Di tengah perubahan regulasi dari pemerintah pusat, Pemkab perlu menyiapkan strategi adaptasi agar tidak kehilangan peluang penerimaan. 

Salah satunya dengan digitalisasi layanan pajak dan retribusi, penguatan pengawasan, serta penyesuaian kebijakan yang lebih pro-investasi.

Irwansyah menegaskan bahwa keberhasilan optimalisasi PAD membutuhkan koordinasi besar-besaran lintas OPD hingga DPRD. “Rekomendasi hanya bermanfaat kalau dijalankan bersama, dengan disiplin dan keberanian untuk berubah,” tegasnya. (andre)

baca juga ...  Guru Lamandau Perkenalkan Tarian Manasai di Polandia 
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!