LAMANDAU – Tren kemiskinan di Kalimantan Tengah berubah drastis dan kini menjadi fokus serius pemerintah daerah.
Hal ini diucapkan dalam Rakor Sinkronisasi dan Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan yang dipimpin Wakil Gubernur Edy Pratowo dan dihadiri para wakil bupati se-Kalteng termasuk Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid.
Wagub Edy mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di kota kini lebih tinggi daripada di desa, sementara tingkat pengangguran terbuka justru meningkat di wilayah pedesaan.
Kondisi ini menandakan perlunya pembukaan lapangan kerja baru di desa agar tidak terjadi arus migrasi yang memperburuk kemiskinan di kota.
Menanggapi hal itu, Wabup Lamandau Abdul Hamid menegaskan bahwa Lamandau sangat mendukung penguatan data dan kebijakan berbasis wilayah. Menurutnya, data akurat menjadi kunci agar program tidak salah sasaran.
“Kami di Lamandau terus memperbarui data keluarga miskin dan memetakan kebutuhan tiap kecamatan. Tanpa data yang valid, intervensi apa pun tidak akan efektif,” ujar Hamid. Kamis 20 November 2025.
Hamid juga menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja pedesaan sangat relevan dengan kondisi Lamandau, yang sebagian besar penduduknya berada di wilayah rural.
Ia menegaskan Lamandau siap memperkuat sektor pertanian, UMKM, dan industri kecil sebagai penopang ekonomi lokal.
“Kami ingin masyarakat desa tetap produktif di tempatnya, bukan terpaksa pindah ke kota tanpa keterampilan yang cukup,” tambahnya.
Rakor turut membahas pentingnya pembaruan data makro dan sektoral hingga penyelesaian RPKD 2025–2029. (andre)












