Relawan Dapur Mitra MBG Dibekali Pelatihan Penjamah Makanan untuk Jaga Keamanan Gizi Anak

DENNY/BERITASAMPIT - Pelatihan penjamah makanan dibuka langsung oleh Kepala Dinas , dr Pande Putu Gina.

– Upaya memastikan keamanan pangan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten ditingkatkan melalui pelatihan penjamah makanan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas , dr Pande Putu Gina. Pelatihan yang digelar di SPPG Anjir , Jl. Trans Kalimantan Km 10 RT 14 Anjir ini diikuti 46 relawan yang akan bertugas di Dapur Mitra MBG.

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas serta dihadiri Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Kemala Bhayangkari, Yosi Sri Astuti, S.Tr.Gz., dan Pengelola SPPG Anjir , Michael Shoestring. SPPG Anjir merupakan salah satu satuan pelayanan gizi di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari yang telah bermitra dengan Badan Gizi dalam mendukung penyaluran makanan bergizi gratis di .

dr Pande, Jumat 21 November 2025, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi kunci untuk menjamin makanan yang diproduksi relawan memenuhi standar keamanan dan . Materi disusun untuk memperkuat keterampilan peserta mulai dari pemilihan bahan baku, teknik penyimpanan, hingga penyajian makanan yang layak dikonsumsi.

Ia menekankan bahwa penjamah makanan memiliki peran besar dalam menjaga kualitas pangan yang diberikan kepada anak penerima manfaat program MBG. Dengan pemahaman yang benar, risiko kontaminasi atau kesalahan pengolahan dapat diminimalkan.

“Pelatihan ini memastikan relawan memahami cara mengolah makanan yang aman dan higienis, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, sampai penyajian,” ujar dr Pande.

Lebih lanjut, dr Pande meminta agar seluruh peserta menerapkan ilmu yang diterima selama pelatihan dalam aktivitas dapur sehari-hari. Menurutnya, disiplin dalam proses pengolahan merupakan benteng utama untuk mencegah kasus seperti keracunan pangan.

baca juga ...  Safari Ramadan di Bahaur Hilir, Wabup Tegaskan Kebersamaan Pemerintah-Masyarakat Kunci Utama Membangun Daerah

“Pengetahuan yang didapat harus benar-benar diterapkan agar makanan yang disajikan higienis dan aman, sehingga potensi keracunan pangan dapat ditekan,” pesannya. (ds)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!