PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan penegakan hukum dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Kuliah Umum bersama Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI, Rudi Margono, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 26 November 2025.
Dalam sambutannya, Agustiar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jamwas yang telah membagikan pengalaman kepada mahasiswa. Ia menilai, materi yang dibawakan memberi ruang baru bagi mahasiswa untuk memahami tantangan penegakan hukum di era modern.
Menurutnya, kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi dinamika pembangunan yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa masa depan daerah akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki saat ini.
“Kalian yang duduk di bangku kuliah inilah yang nanti memimpin Kalimantan Tengah. Bekal pengetahuan dan pengalaman seperti ini sangat menentukan arah masa depan daerah,” ujarnya.
Gubernur Agustiar menyebut, Kalteng memiliki potensi besar di bidang alam, budaya, dan pariwisata. Namun potensi itu hanya akan maksimal jika dikelola oleh generasi muda yang berkompeten, berintegritas, dan memahami pentingnya tata kelola hukum yang adil.
Ia menekankan bahwa pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Program pendidikan seperti Satu Rumah Satu Sarjana, sekolah gratis, dan digitalisasi pembelajaran disebut sebagai langkah konkret menyiapkan generasi unggul.
“Pembangunan manusia itu prioritas. Kita ingin anak-anak Kalteng punya kesempatan yang sama untuk maju. Kalau SDM-nya kuat, pembangunan daerah akan lebih cepat dan tepat,” tegasnya.
Gubernur juga menyinggung pentingnya karakter dan kedisiplinan hukum, terutama bagi mahasiswa yang akan menjadi pemimpin masa depan.
“Pemimpin itu bukan hanya pintar. Dia harus beradab, berkarakter, dan taat hukum. Kalau tiga hal itu hilang, sehebat apa pun pengetahuannya, dia akan mudah goyah,” katanya.
Menutup sambutannya, Agustiar berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kuliah umum ini sebagai dorongan untuk terus berkembang, sekaligus memahami tanggung jawab besar yang kelak mereka emban dalam memajukan Kalimantan Tengah dan Indonesia.
“Kegiatan ini harus jadi bahan bakar semangat kalian. Ke depan, Kalteng butuh generasi yang siap, kuat, dan berintegritas,” pungkasnya.
(Sya'ban)












