PALANGKA RAYA – Kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis, 27 November 2025, bukan sekadar agenda singgah pejabat pusat.
Kunjungan ini jadi momen penting untuk memperkuat jalur karier anak muda Kalteng di sektor migrasi aman dan pendidikan vokasi internasional.
Setibanya di Palangka Raya sekitar pukul 11.40 WIB, Menteri Mukhtarudin langsung disambut Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo di Bandara Tjilik Riwut.
Namun, fokus kedatangan kali ini bukan pada penyambutan pejabat, melainkan percepatan akses program migran dan peningkatan kompetensi tenaga kerja daerah.
Sebagai putra daerah Kalteng, Mukhtarudin menyebut bahwa masih banyak potensi talenta muda yang belum tersambung dengan peluang internasional yang aman dan legal.
Karena itu, rangkaian kunjungannya diarahkan untuk melihat langsung kesiapan lembaga pendidikan dan menyampaikan motivasi kepada mahasiswa.
Agenda pertama yang ia tuju adalah Kelas Internasional Bahasa Jerman Poltekkes Palangka Raya, yang menyiapkan tenaga kesehatan untuk program kerja sama G to G Jerman.
Program ini dianggap relevan karena kebutuhan global terhadap tenaga perawat terus meningkat, dan Kalteng mulai masuk radar penyedia SDM.
Besoknya, ia akan memberikan kuliah umum di UPR serta melakukan sosialisasi di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dengan fokus pada jalur karier aman, proses migrasi legal, dan peluang kerja bagi lulusan vokasi maupun sarjana.
Pemerintah daerah, kata Mukhtarudin, punya peran penting memastikan mahasiswa paham risiko, prosedur, dan manfaat program migran.
Gubernur Agustiar menilai kunjungan ini momentum memperluas akses informasi bagi generasi muda.
Ia menyebut masih banyak mahasiswa yang bingung memetakan jalur karier setelah lulus, termasuk peluang kerja luar negeri yang aman dan memiliki perlindungan negara.
Menteri Mukhtarudin dijadwalkan berada di Palangka Raya hingga 30 November 2025. Selama empat hari itu, ia bakal bertemu mahasiswa, akademisi, hingga pemda, untuk memastikan penguatan SDM Kalteng berjalan lebih konkret dan terukur.
(Sya'ban)












