PULANG PISAU – Upaya penanganan stunting di Desa Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, menunjukkan perkembangan mencolok. Wakil Bupati Pulang Pisau yang juga Ketua TP3S, Ahmad Jayadikarta, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya dipengaruhi program pemerintah, tetapi juga karena gerakan kolektif masyarakat hingga peran strategis PKK di lapangan, Minggu 30 November 2025.
Ahmad mengungkapkan, intervensi melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 45 hari telah memberikan dampak nyata. Dari total 19 anak terdampak stunting, angka tersebut berangsur menurun drastis hingga kini tersisa hanya satu anak. Menurutnya, penurunan cepat ini terjadi karena pengawasan gizi dilakukan disiplin dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, layanan Posyandu yang rutin digelar turut memastikan setiap anak dipantau kondisinya secara terukur. Hal ini membuat intervensi berjalan sesuai standar dan memudahkan penanganan dini bila ditemukan tanda-tanda risiko stunting.
Ahmad menyampaikan optimismenya bahwa Desa Bakau mampu mencapai zero stunting pada 2026 asalkan komitmen seluruh pihak tetap kuat dan program gizi terus dijalankan secara konsisten. Kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap pentingnya pola makan seimbang juga mempercepat capaian tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran PKK sebagai ujung tombak edukasi keluarga. PKK, kata Ahmad, kini memiliki fungsi strategis sebagai Ibu Posyandu sekaligus pelaksana enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sehingga mampu memperkuat kegiatan intervensi langsung di lingkungan warga.
Tidak hanya fokus pada kegiatan Posyandu, PKK juga didorong aktif memberikan penyuluhan mengenai gizi, sanitasi, dan pola hidup sehat. Ahmad menyebut edukasi yang dibawa kader PKK lebih mudah diterima masyarakat karena disampaikan dengan pendekatan praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan keterlibatan PKK bukan sekadar pendukung program, tetapi kebutuhan penting dalam mempercepat penurunan stunting di Pulang Pisau. Kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan target Kabupaten Pulang Pisau Zero Stunting secara berkelanjutan dan menyeluruh. (ds)












