JAKARTA— Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku Alimudin Kolatlena, menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).
Menurut Kolatlena, MoU ini selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya target penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia berkualitas pada tahun 2026 sebagai salah satu “quick win” pemerintahan Prabowo -Gibran.
“Ini menjadi momentum emas untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia menjelang 2030, di saat banyak negara maju menghadapi krisis tenaga kerja akibat aging population,” ujar Kolatlena, Rabu 3 Desember 2025.
Kolatlena menilai Maluku memiliki potensi besar tenaga kerja muda yang siap ditingkatkan kompetensinya.
“Artinya, ini bukan sekadar ekspor tenaga kerja, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi daerah melalui remitansi dan transfer keterampilan ketika mereka pulang,” tandas Kolatlena.
Diketahui sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga menyambut gembira kerja sama tersebut.
“Kami menyambut sukacita kolaborasi ini. Program KemenP2MI sangat selaras dengan visi daerah untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Beberapa hari lalu kami telah meresmikan Pos Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Maluku. Tidak ada cara lain selain bersinergi antara pusat dan daerah,” kata Lewerissa usai penandatanganan.
Dari target nasional 500.000 Pekerja Migran pada 2026, sebanyak 300.000 kuota dialokasikan untuk lulusan SMK dan 200.000 untuk masyarakat umum, didukung program link and match pelatihan lintas kementerian.
Alimudin Kolatlena berharap Maluku dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian nasional tersebut, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka yang masih tinggi di provinsi kepulauan itu.
“Sinergi pusat-daerah yang solid seperti ini diharapkan tidak hanya menekan pengangguran, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” tutup Kolatlena seraya menegaskan DPR RI akan terus mengawal implementasi program agar berjalan optimal.
(adista)












