Pemprov Kalteng Dorong Pemanfaatan Data PK-25 untuk Percepatan Penurunan Stunting

IST/BERITASAMPIT - Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat memaparkan materi pada Diseminasi Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 di Aula LPMP Provinsi , Kamis, 4 Desember 2025.

– Pemerintah Provinsi (Kalteng) menekankan pentingnya penggunaan basis data yang akurat dalam menyusun intervensi penurunan stunting.

Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, menyebut bahwa Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) menjadi instrumen vital dalam menentukan sasaran program secara tepat dan efektif.

Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan materi pada Diseminasi Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga dan Penguatan Komitmen Stakeholder serta Mitra Kerja Terkait Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2025 di Aula LPMP Provinsi Kalteng, Kamis, 4 Desember 2025.

Menurut Linae, data yang mutakhir akan memperkuat analisis kondisi keluarga di setiap wilayah, mulai dari status gizi anak, lingkungan tempat tinggal, hingga fungsi pola asuh dalam keluarga.

“Data PK-25 adalah amunisi kita. Dengan data yang akurat, intervensi akan lebih tepat sasaran untuk menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Ia menekankan perlunya memastikan seluruh pihak memahami dan memanfaatkan data tersebut dalam perencanaan program yang bersinggungan dengan keluarga, terutama pada sektor , pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan anak.

Selain itu, Linae menyebut Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai wadah yang tepat untuk mengimplementasikan pemanfaatan data secara terintegrasi. Melalui layanan satu pintu, pendampingan dapat lebih fokus dilakukan pada keluarga yang membutuhkan.

Peran lintas sektor, tambahnya, juga sangat krusial, termasuk dukungan stakeholder dan mitra kerja dalam memastikan data benar-benar diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

“Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar data tidak hanya tersimpan sebagai laporan, tetapi menjadi dasar kebijakan yang mengubah kondisi keluarga menjadi lebih baik,” ujarnya.

Menutup paparannya, ia mengajak seluruh pihak lebih responsif dalam memanfaatkan data sebagai kunci keberhasilan pembangunan kualitas sumber daya manusia di .

“Kualitas generasi kita sangat ditentukan oleh kebijakan hari ini yang harus berbasis data,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Yuas: Ekonomi Kalteng Butuh Jalan Layak, CSR Jangan Sekadar Wacana

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!