Gubernur Agustiar Ingatkan Kenaikan Harga Jelang Nataru, Pemerintah Harus Hadir Jaga Daya Beli

IST/BERITASAMPIT - Gubernur H. Agustiar Sabran saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pasar Murah dan Cek Gratis di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten , Minggu, 7 Desember 2025.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya, gejolak harga yang rutin terjadi setiap akhir tahun berpotensi memperberat beban rumah tangga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal ini disampaikan Agustiar saat meninjau Pasar Murah dan pelayanan Cek Gratis di Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten , Minggu, 7 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan inflasi pangan melebar dan akses kebutuhan pokok menjadi terbatas bagi sebagian kelompok masyarakat. Karena itu, intervensi harga dan bantuan langsung pangan harus dilakukan secara cepat dan merata.

“Untuk meringankan beban kita semua, harga melambung dekat hari-hari besar dan tahun baru. Harapan saya adil untuk semua,” ujar Gubernur.

Sebagai langkah konkret, menyalurkan 2.000 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula.

Paket bernilai Rp147.500 itu awalnya hanya ditebus Rp15.000 oleh warga setelah mendapat subsidi Rp132.500 dari pemerintah provinsi. Namun, melihat kebutuhan masyarakat yang mendesak, seluruh paket digratiskan langsung di lokasi.

“Yang menerima ini adalah orang yang berhak menerimanya,” tegas Agustiar.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemprov juga memperkuat perlindungan pangan melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) periode Oktober-November 2025 untuk 1.809 keluarga penerima manfaat di Kabupaten .

Bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng itu didistribusikan kepada lima kecamatan, dengan sebaran terbesar di Kecamatan .

Gubernur meminta jajaran terkait memantau stok dan distribusi pangan di daerah-daerah yang tergolong rentan, termasuk wilayah pesisir seperti Pantai Lunci yang kerap menghadapi biaya logistik lebih tinggi.

“Kita ingin masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar. Pemerintah tidak boleh tinggal diam,” jelasnya.

Untuk menjaga pendapatan masyarakat pesisir, Pemprov turut memberikan dukungan sarana produksi berupa 28 unit jaring gillnet millenium kepada kelompok nelayan Sungai Pasir.

Bantuan tersebut diharapkan membantu mempertahankan roda ekonomi lokal di tengah ketidakpastian harga kebutuhan pokok.

Melalui intervensi yang terintegrasi, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah hadir bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi dalam solusi nyata menghadapi tekanan ekonomi akhir tahun. “Kita bersama jaga daya beli masyarakat. Tidak ada yang boleh tertinggal,” tutupnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Wagub Kalteng: Wisudawan UMPR Jangan Ragu Terjun ke Dunia Kerja
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!