PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, menilai aparatur sipil negara (ASN) harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke-27 Tahun 2025 Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 12 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo menyampaikan bahwa transformasi digital telah mengubah pola interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Kondisi ini menuntut birokrasi untuk bekerja lebih efisien, responsif, serta mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan publik.
Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga percepatan pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wagub Kalteng juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan dipercaya masyarakat.
Untuk itu, ia berharap para lulusan PKN Tingkat II mampu mengambil peran strategis dalam mendorong perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Lulusan PKN diharapkan menjadi pemimpin birokrasi yang tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menyelesaikan PKN Tingkat II harus dimaknai sebagai awal pengabdian untuk meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan.
(Sya'ban)












