PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadwalkan pendistribusian seragam sekolah gratis bagi siswa SMA/SMK yang tidak mampu pada Januari 2026 mendatang. Saat ini, seluruh logistik seragam telah berada di sekolah masing-masing dan sedang dalam tahap pemeriksaan kualitas.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, meminta masyarakat bersabar karena pemerintah harus memastikan kualitas barang sesuai standar sebelum diserahkan kepada siswa.
“Pakaian gratis sabar aja pokonya. Pemerintah punya mekanisme kalau untuk barang, barangnya (seragam) lagi diperiksa (cek). Jadi sudah ada di sekolah-sekolah. karena ini mau libur tahun baru, nanti setelah libur tahun baru baru kita distribusikan,” ujar Reza saat diwawancarai usai pembukaan Festival Olahraga dan Seni se-Kalteng di SMAN 3 Palangka Raya, Senin, 15 Desember 2025.
Reza menekankan bahwa tim di lapangan tengah melakukan pemeriksaan ketat terhadap kuantitas dan kualitas bahan. Ia menginginkan seragam yang dibagikan memiliki bahan yang nyaman dan tidak panas agar tidak mengganggu konsentrasi belajar siswa.
“Saat ini tim ngecek semua bajunya, kualitasnya bagaimana, kuantitas bagimana ini lagi di cek. Baju ini beda bahannya, enggak sembarangan, kalau saya disuruh pakai baju tu saya mau juga, saya coba benaran satu baju nyaman atau tidak. Kita cari yang nyaman, sejuk buat anak-anak sehingga belajar dengan nyaman,” kata Reza.
Terkait mekanisme pembagian, Reza menjelaskan bahwa program ini akan terintegrasi dengan Kartu Huma Betang. Nantinya, kartu tersebut berfungsi sebagai akses bagi siswa untuk menerima bantuan seragam.
“Januari nanti akan dilakukan penetapan Kartu Huma Betang terlebih dahulu. Setelah itu, seragam dapat diambil dengan melakukan tap kartu tersebut. Seragam ini merupakan bagian dari program Kartu Huma Betang,” imbuhnya.
Adapun sasaran penerima bantuan ini difokuskan pada siswa yang membutuhkan dengan kategori yang berbeda-beda. Bagi siswa kelas 10, Gubernur Kalteng telah berkomitmen memberikan baju batik dan seragam olahraga.
Sementara itu, bantuan seragam lengkap seperti putih-abu-abu dan Pramuka dikhususkan bagi siswa yang benar-benar tidak mampu.
“Untuk yang membutuhkan, mungkin ada yang mendapat empat setel, itu khusus bagi yang memang tidak mampu. Ada yang hanya mendapat baju putih atau pramuka saja. Namun, untuk komitmen Pak Gubernur kemarin, baju batik dan olahraga diberikan untuk seluruh siswa kelas 10, sedangkan baju putih, pramuka, beserta sepatu hanya untuk yang kurang mampu,” tutup Reza.
(Syauqi)












