PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, mendorong seluruh insan Pekerjaan Umum (PU) untuk meningkatkan standar pembangunan infrastruktur sebagai kontribusi nyata dalam mendukung target ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2025 yang digelar di Halaman Kantor Dinas PUPR Provinsi Kalteng, Selasa, 16 Desember 2025.
Leonard menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak hanya menuntut percepatan, tetapi juga kualitas, efisiensi, dan akuntabilitas yang lebih tinggi.
Menurutnya, insan PU harus berani menetapkan standar baru dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
“Kita tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus tepat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Infrastruktur yang dibangun hari ini akan menentukan daya saing daerah dan bangsa ke depan,” tegas Leonard.
Ia menambahkan bahwa setiap program pembangunan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Setiap pembangunan yang kita lakukan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam peningkatan kesejahteraan maupun penguatan ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Leonard menjelaskan bahwa semangat tersebut selaras dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui strategi PU608, yang menekankan efisiensi investasi, percepatan pengentasan kemiskinan, serta dorongan pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen pada akhir 2029.
Ia menilai peran Kementerian PU sangat strategis dalam mengawal pencapaian target tersebut, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan merata, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok daerah.
Leonard juga mengingatkan bahwa penguatan standar pembangunan harus tetap berlandaskan nilai pengabdian dan integritas yang menjadi ciri khas insan PU.
Nilai tersebut, menurutnya, diwariskan dari sejarah perjuangan pegawai PU Sapta Taruna yang gugur pada 3 Desember 1945 saat mempertahankan Gedung Sate di Bandung.
Nilai perjuangan itu kemudian dirumuskan dalam Sapta Bakti Insan PU, yang menekankan pentingnya bekerja keras, bergerak cepat dengan langkah cerdas, menjaga integritas, serta mengutamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas dalam setiap pekerjaan.
Selain pembangunan berskala besar, Leonard juga menekankan pentingnya inovasi dan percepatan melalui pemanfaatan metode, teknologi, dan desain baru.
“Insan PU harus berani berinovasi dan mengambil langkah progresif agar pembangunan infrastruktur mampu menjawab kebutuhan masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Leonard menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi pelaksanaan program Padat Karya Tunai (PKT) dan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang dinilai mampu memperluas dampak ekonomi rakyat serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.
Menutup sambutannya, Leonard menegaskan bahwa peningkatan standar pembangunan dan pengabdian insan PU merupakan kontribusi nyata dalam mengawal perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
(Sya'ban)












