Penulis: Maman Wiharja (Jurnalis Senior)
Sejak munculnya Teknologi Informasi (IT), berbagai informasi secara online bisa diakses dengan cepat dan mudah, melalui (handphone) yang terkoneksi ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Hal ini sangat membantu dalam banyak hal, seperti belajar, bisnis, bekerja, dan berkomunikasi sampai ke berbagai belahan di Dunia.
Namun, semakin canggihnya dunia IT, semakin banyak pula orang yang menjadi korban penipuan saat membeli sejumlah barang melalui online, yang sebelumnya ditawarkan dengan tayangan iklan promosi yang menjanjikan bahwa barang yang akan dijual dengan harga murah seolah-olah barang berkualitas.
Pengamatan penulis, dan disunting dari informasi berbagai sumber menyebutkan, bahwa sejumlah barang yang dipromosikan melalui iklan (video online) diduga keras produk barangnya tidak sesuai dengan kenyataan (Misrepresentasi Produk). Contohnya penulis telah membeli melalui online produk Shampo untuk menghitamkan uban dan penyubur rambut merk tertentu, juga tertulis label BPOM. Tapi pada kenyataannya, penulis setiap keramas puluhan kali dengan Sahmpo yang harganya Rp189 ribu tersebut tak membuahkan hasil. Rambut yang bercampur uban di kepala penulis tidak pernah berubah jadi hitam.
Kemudian penulis membeli kacamata baca seharga Rp175 ribu yang didalam iklannya dikatakan otomatis bisa menyesuaikan jarak. Setelah ditunggu 5 hari melalui online penulis mendatangi salah satu kantor jasa pengiriman barang. Namun setelah paket dibuka, ternyata isinya satu buah kaca mata baca ukuran agak kecil (mirip yang dijual di kaki lima Rp 25 ribu/kacamata) dan saat dipakai ternyata tidak bisa menyesuaikan jarak jauh jadi dekat, hanya kaca mata baca biasa jarak dekat.
Dikesmpatan lainnya, penulis membeli Blender yang dalam iklannya serba praktis seharga Rp189 ribu. Setelah kiriman datang Blender berbeda dengan dimaksud, sangat kecil dan saat digunakan memblender buah Alpuket saja baling-balingnya mutar tidak normal.
Empat tahun yang lalu penulis pasang permanen Gigi Palsu bagian atas harganya Rp2 juta. Kemudian Minggu lalu penulis membeli Gigi Palsu secara online yang sudah jadi 1 paket atas-bawah. Dalam iklannya sangat menggiurkan bagi orang tua usia lanjut, karena gigi tiruan lengkap (full denture). Veneer Gigi Instans setelah discount dengan harga Rp165 ribu 2 pasang atas bawah, ternyata setelah paket datang giginya belum terpasang, harus dipasang sendiri dengan aturan pasang yang sangat rumit.
Lain lagi dengan pengalaman keponakan penulis. Ia membeli gigi palsu yang langsung pasang bisa menutupi gigi yang ompong. Ternyata pas paketnya dibuka, Gigi Palsu tersebut persis sama dengan Gigi mainan anak-anak (Gigi Drakula) yang lembek dari plastik.
Dan banyak lagi barang lainnya yang dijual melalui online diragukan kualitasnya, tidak sesuai dengan iklan yang dipromosikannya. Memang benar, dalam tayangan iklannya banyak diproduksi oleh Negara Luar. Tapi itulah yang namanya orang banyak juga yang pintar memanfaatkan berbagai jenis barang tiruan, kemudian membajak iklannya. Bahkan yang unik di Indonesia ada produk Tepung Susu made in Amerika yang ditawarkan oleh sejumlah tokoh maupun artis.
Pengamatan penulis, banyak obat khusus atau vitamin untuk kesehatan yang dijual online. Pertanyaannya, kenapa harus dijual online, kenapa tidak dijual di apotek seluruh Indonesia.
Dari semua fenomena sejumlah barang yang dijual melalui online diragukan kualitasnya, harusnya pihak BPOM Pusat proaktif membuka juga memberikan informasi baik langsung dengan melakukan sidak maupun melalui online.
Sebagai ilustrasi tentang hukum, yang telah banyak korban melalui penipuan online, saat ditanya penulis mengatakan: “ Buat apa Pak, cuman beli shampo harus ngadu ke Polisi atau ke BPOM, buang-buang waktu kalau sudah ketipu ya udah,“ kata Sujarwo warga Jalan HM. Rapii Pangkalan Bun, kepada penulis. Padahal kalau dikumpulkan seluruh Indonesia, yang telah tertipu membeli barang melalui online mungkin sudah puluhan bahkan ratusan ribu orang.
Imbauan penulis, mulai saat ini mari kita berhati-hati dan telititi sebelum membeli berbagai jenis barang, obat, vitamin dan yang lainnya melalui online. Bila perlu cek dulu reputasi penjualnya. Periksa harga, jika harga terlalu murah, waspadalah. Cek deskripsi produk, pastikan produk sesuai dengan yang diinginkan. Gunakan metode pembayaran aman, misal melalui transfer bank. Dan, jangan terburu-buru membeli barang tanpa memeriksa terlebih dahulu.(*)












