PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan pentingnya transformasi perpustakaan agar lebih adaptif terhadap teknologi informasi. Selain itu, akses literasi juga harus diperluas hingga menjangkau wilayah pelosok dan pedalaman di Bumi Tambun Bungai.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Kalteng, Endang Susilawatie, dalam Rapat Paripurna pemandangan umum fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Adapun tiga Raperda yang dibahas meliputi Penyelenggaraan Perpustakaan, Penyelenggaraan Kearsipan, serta Penyelenggaraan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
“Ketiga Raperda tersebut kami pandang sebagai upaya strategis Pemerintah Provinsi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujar Endang.
Terkait Raperda Penyelenggaraan Perpustakaan, Endang menyebutkan bahwa perpustakaan memiliki peran fundamental dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Namun, tantangan rendahnya budaya baca dan keterbatasan akses informasi di wilayah terpencil masih menjadi persoalan nyata.
“Kberadaan perpustakaan yang andal, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi menjadi sebuah kebutuhan,” jelas dia.
Ia menambahkan, Fraksi Gerindra mendorong agar Raperda ini mampu mengubah paradigma perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan tidak boleh lagi hanya dianggap sebagai tempat penyimpanan buku konvensional.
“Fraksi Gerindra memandang bahwa Raperda ini harus mampu mendorong transformasi perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi sebagai pusat literasi, pusat pembelajaran sepanjang hayat, serta ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
(Syauqi)












