PULANG PISAU – Ditpolairud Polda Kalteng terus memperkuat benteng pertahanan sosial masyarakat terhadap paham ekstrem kanan maupun kiri.
Melalui personel Kapal Polisi XVIII-2002, Ditpolairud menggelar patroli dialogis guna mengedukasi warga terkait bahaya radikalisasi, terorisme, dan intoleransi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir dan bantaran sungai agar tidak mudah terpapar paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol Dony Eka Putra, menegaskan bahwa ancaman ekstremisme adalah masalah serius yang dapat merusak tatanan sosial dan harmoni yang telah terbangun di Kalimantan Tengah.
“Radikalisasi dapat menyasar siapa saja, tanpa memandang kalangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan aparat keamanan untuk aktif mengedukasi serta mencegah tumbuhnya paham intoleran sejak dini,” ujar Kombes Pol. Dony Eka Putra, Sabtu 20 Desember 2025.
Selain memberikan pemahaman, personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwajib serta terus mengedepankan dialog antaragama untuk menjaga toleransi.
Komitmen Ditpolairud Polda Kalteng dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kampanye perdamaian dan sosialisasi berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang aman dan kondusif.(im/bs)












