SAMPIT – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sampit Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu 21 Desember 2025 sore. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan serta kerusakan bangunan sekolah di pusat kota.
Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Samekto, Jalan Walter Condrad, dan Jalan Mangga I. Pohon-pohon yang roboh sempat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.
Dampak paling parah terjadi di kawasan sekolah. Atap bangunan SMP Negeri 1 Sampit yang baru dibangun dilaporkan terlepas akibat terpaan angin kencang dan terbang hingga menimpa bangunan SMP Negeri 2 Sampit yang berada tepat di sampingnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan kejadian tersebut akibat angin kencang.
“Agak parah di SMPN 2, jadi atap SMPN 1 yang baru dibangun itu terbang dan jatuh ke atas bangunan SMPN 2,” kata Multazam saat berada di lokasi kejadian.
Multazam juga menyampaikan, berdasarkan laporan sementara, kecepatan angin saat kejadian diperkirakan mencapai hingga 60 kilometer per jam.
Kondisi tersebut dinilai cukup kuat sehingga mampu merobohkan pohon dan merusak bangunan.
Tim BPBD Kotim bersama relawan Dompet Peduli langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi material pohon tumbang di Jalan Walter Conrad.
Sejumlah warga yang melintas di lokasi juga membenarkan adanya petugas yang bekerja melakukan pembersihan.
Belum dilaporkan adanya korban maupun jumlah kerugian akibat kejadian tersebut, BPBD senantiasa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Nardi)












